Senin, 24 Agustus 2015

TRIE UTAMI // BIOGRAFI // POP NOSTALGIA

Trie Utami Sari, biasa dipanggil Iie, (lahir di BandungJawa Barat8 Januari1968; umur 47 tahun) adalah penyanyi dan pencipta lagu Indonesia berdarahSunda dan Jawa. Trie adalah anak dari pasangan Kolonel (Purn.) H. Soedjono Atmotenojo dan Hj. Soejarni Oesoep. Trie merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara.[1]

Biografi[sunting | sunting sumber]

Masa Kecil[sunting | sunting sumber]

Iie mengenal musik sejak kecil. Rumah mereka selalu dipenuhi suara Pat Boone,Glen MullerPerry Como, serta berbagai lagu klasik yang diputar lewat piringan hitam. Sejak tahun 1972-1986, bersama kedua kakanya, Purwa Tjaraka dan Thea Ika Ratna, Iie berlatih piano. Pengajar pianonya adalah Alfons Becalel (orangHongaria) dan Rhinno serta Linda dari YPPM (Yayasan Pusat Pendidikan Musik)Bandung. Iie juga mengukuti pendidikan musik di Bina Mustika Bandung tahun 1978.
Sejak TK, Iie sangat suka menyanyi. Iie pun jadi rajin menonton acara Bintang Kecil di TVRI yang diasuh oleh Bu KasurIbu Sud, dan A.T. Mahmud. Iie juga sering mengikuti lomba menyanyi. Pertama kali Iie muncul di televisi adalah saat mengikuti kompetisi menyanyi untuk anak SD dalam acara Ayo Menyanyi di TVRI tahun 1977. Beberapa tahun kemudian, Iie menjadi juara kedua saat mengikuti lomba menyanyi lagu-lagu perjuangan di Bandung. Sejak itu, Iie jadi sering menjadi bintang tamu untuk menyanyi di TVRI Jakarta.[2]
Saat SMA, Iie mulai mendampingi kakaknya Purwa Tjaraka menyanyi secara rutin, bergantian dengan Thea, di sebuah restoran di Bandung. Selain itu, Iie juga menjadi penyiar di Radio Dee-Day kemudian di Radio OZ 103 FM di Bandung dan lead vocalist band Kahitna.
Lulus SMA Iie ingin melanjutkan sekolah musik di Amerika. Sayang keluarganya tidak mampu membiayai. Berbeda dengan kedua kakaknya yang berhasil meraih gelar kesarjanaan, Iie memilih tidak melanjutkan sekolah. Iie kemudian semakin memperdalam kemampuan bermusiknya dengan mempelajari keyboard,saksofon, dan berlatih membuat aransemen lagu di kelompok drum band GWDC (Genta Winaya Drum Corps)Bandung.[3]

Karier[sunting | sunting sumber]

Awal karier profesional Iie adalah saat dia 'dilamar' oleh Krakatau, grup band beraliran jazz yang sangat masyhur saat itu.Bersama Krakatau, Iie membuat album pertamanya tahun 1986 bertajuk First Album. Meskipun demikian, nama Iie mulai dikenal saat menjadi pemenang Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors (1987) membawakan lagu "Keraguan", karya Edwin Saladin dan Adelansyah. Iie juga berhasil menjuarai Festival Penyanyi Lagu Populer Indonesia, tahun 1989.[4]
Selain mengikuti lomba di dalam negeri, Iie pun menjajal ajang lomba di luar negeri. Diantaranya, runner up dalam ABU (Asia Pasific Broadcasting Union) Golden Kite World Song Festival di Kuala Lumpur tahun 1990 dan Grand Prix Winner di ajang The Golden Stag International Singing Contest di BrasovRumania (1992). Ia juga dinobatkan sebagai pemenang dalam ABU International Anthem di Bangkok (2000), serta terpilih sebagai Penyanyi Jazz Wanita Terbaik versi News Music pada tahun yang sama.
Sejumlah Iie yang sempat menjadi hit, antara lain "Kau Datang", "Untuk Ayah dan Ibu" (ciptaannya sendiri), serta "Nurlela 1" dan "Nurlela 2". Yang terakhir ini dinyanyikannya berempat bareng Vina PanduwinataAtiek CB, dan Malyda, yang tergabung dalam kelompok Rumpies.
Iie juga menyanyi untuk soundtrack sejumlah film dan sinetron, antara lain "Elegi Buat Nana" (1988), "Perisai Kasih yang Terkoyak" dan "Kembang Ilalang" pada tahun 2003. Selain menyanyi, Iie pun menciptakan lagu. Telah puluhan lagu diciptakannya, baik untuk dinyanyikan dirinya sendiri, maupun di nyanyikan oleh orang lain. Salah satu lagu ciptaannya yang terkenal adalah Jadilah Bintang (bersama Purwa Tjaraka) yang menjadi theme song Kontes Dangdut Indonesia (KDI).
Trie Utami pun semakin dikenal oleh publik mengenai kehadirannya sebagai juri di Akademi Fantasi Indosiar yang meraih popularitas cukup besar pada tahun 2004-2006 serta dijuluki Miss Pitch Control. Kini, ia masih menjadi juri di AFI 2013.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Iie pernah menikah tahun 1991 dengan Viva Permadi, atau akrab dipanggil Wiwie GV, seorang musisi. Keduanya menikah di hadapan jenazah ayah Wiwie, sesuai wasiat almarhum. Pernikahan tersebut berujung perceraian setelah hampir 2 tahun.
Iie pun menikah lagi pada tanggal 23 November 1995 dengan Andi Analta Baso Amir, putra dari Andi Baso Amir, seorang tokoh masyarakat Sulawesi Selatan. Sama seperti pernikahan sebelumnya, pernikahan inipun berujung perceraian setelah bertahan selama 10 tahun. Alasan perceraian ini adalah ketidakrelaan Iie untuk diduakan oleh suaminya.[5]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

TahunPenghargaan
1986Indonesian Best Vocalist – Yamaha Light Music Contest
1988BASF AWARD Winner -The Best Selling Album - Rhtyhm and Blues Cathegory
1989The Best Performer – Indonesian Popular Song Festival
19902nd Runner Up Best Performer – ABU Golden Kite World Song Festival Kuala Lumpur Malaysia
The Indonesian LUX’s Star (Bintang LUX)
1990’s Best Performer on TV – from Monitor Magazine
BASF AWARD Winner – The Best Selling Album – Pop Cathegory (with RUMPIES)
Indonesian Most Dedicated and Creative Singer – presented by RADIO OZ
1991Indonesian Best Female Singer – from CITRA Magazine
1992GRAND PRIX WINNER – Cerbul de Aur – The Golden Stag International Singing Contest – Brasov - Romania
1997Indonesian Legendary Musician and Singer – presented by HARD ROCK FM RADIO
2000The Winner of The Song Contest for ABU International Anthem (Asia Pacific Broad Casting Union) in Bangkok – Thailand
THE INDONESIAN BEST JAZZ FEMALE SINGER – presented by News Music

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Album Studio[sunting | sunting sumber]

Album mini[sunting | sunting sumber]

Penampilan Lain[sunting | sunting sumber]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Trie Utami pernah mendapat kontroversi dan berbagai kecaman dari masyarakat Melayu, khususnya di Sumatera UtaraRiau, dan Kepulauan Riau akibat komentarnya terhadap finalis Akademi Fantasi Indosiar 2 bernama Haikal Nasution dari Medan. Pada saat itu, Haikal menyanyikan lagu Laksmana Raja di Laut yang dipopulerkan oleh Iyeth Bustami. Trie berkomentar tentang lafal Haikal terhadap kata "laut", yang menurut Trie dilafalkan Haikal menjadi "laot". Padahal, Haikal melafalkan kata "laut" menjadi "laout" yang dalam bahasa Melayu merupakan tata cara yang benar. Dan memang lagu tersebut merupakan lagu Melayu yang harus dinyanyikan dalam bahasa Melayu. Trie juga menambahkan pernyataan bahwa orang Melayu tidak bisa menyebut huruf "u". Hal ini mendapat kecaman dari masyarakat Melayu yang menganggap Trie Utami telah menghina logat, bahasa, dan orang Melayu juga menganggap bahwa Trie sok tahu tentang tata cara berbahasa Melayu.
sumber: wikipedia

    MALYDA // BIOGRAFI // POP NOSTALGIA

    Malyda dikenal sebagai seorang penyanyi senior Indonesia yang pernah eksis sekitar tahun 1980-an. Namanya melejit lewat lagunya bersama Deddy Dhukun, Jadi Satu. Disusul lagu-lagu seperti Nurleila (1989) dan Tak Pernah Berubah (1991). Bersama Deddy Dhukun, Dodo Zakaria, Billy J Budiardjo, Dian Pramana Poetra, Fariz RM dan lain-lain pernah membentuk Tujuh Bintang dengan hit lagu Semua Jadi Satu. Namun di ujung karirnya, Malyda lebih mengurus keluarganya dari pada dunia tarik suara. Selain juga mengeluti bisnis butik.

    Konser Vina Panduwinata di Plenary Hall Senayan Jakarta, Sabtu malam (17/5) berjalan lancar, meski sempat diwarnai indisen matinya mikrofon, saat grup Rumpies, yang terdiri dari Atiek CB,MalydaTrie Utami, dan Vina tampil. Sedikit mengganggu memang tapi mereka bisa menunjukkan kematangan performance walau lama vakum di dunia musik. Insiden mic mati ini juga dialami Afgan saat duet bareng Mama Ina. Sederet selebritis hadir di konser ini, sepertiBunga Citra LestariTika PanggabeanGuruh Soekarno PutraCindy Claudia Harahap
     
    sumber: kapan lagi.com

    ADI BING SLAMET // BIOGRAFI // POP NOSTALGIA



    Ferdinand Syah Albar atau lebih dikenal dengan Adi Bing Slamet (lahir di Jakarta6 Maret 1967; umur 48 tahun) adalah seorang penyanyi yang juga bintang sinetron. Dia dikenal sejak kecil sebagai bintang cilik. Dia sudah mengeluarkan album sekitar 20 buah.

    Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

    Adi Bing Slamet adalah putra dari Bing Slamet & Ratna Komala Furi, pelawak senior Indonesia dan saudara kandung dariIyut Bing Slamet dan Uci Bing Slamet, penyanyi-penyanyi senior Indonesia.Selain itu dia juga ayah dari aktris Ratna Kharisma Adzana dan paman dari aktris film dan sinetron Ayudhia Bing Slamet.

    Diskografi[sunting | sunting sumber]

    Album Adi dengan Chicha Koeswoyo
    • Lagu yang paling laris dibawakan oleh Adi adalah Mak Inem. Ia tampil dengan Wolly Sutinah sebagai nenek.

    Duet dengan Iyut Bing Slamet[sunting | sunting sumber]

    • Adik Manis, Aduh Aduh Mana Tahan, Alam Pusaka, Dusun Kecil, Jangan Usil, Kami, O Te o, Pantun Si Anak Kecil, Si Dogol, Tepi Pantai, Siapa Yang Punya, Bilang Bilang Dulu, Alam Pusaka, Sama Sama Pingin Maju, Kembali, Pantun Si Anak Kecil, "Tepi Pantai Bunga Asmara Yang Bersemi"

    Duet dengan Chicha Koeswoyo[sunting | sunting sumber]

    • Mama Tersayang, Kakek dan Nenek, Nyanyi Bersama, Penyanyi Cilik, Ayam Berkokok, Pantun Sederhana, Ngedot, 1-2-3, Suka dan Duka, Dua Lolo, Mau Kemana, Mandi, PR

    OST Merpati Tak Pernah Ingkar Janji[sunting | sunting sumber]

    Album "Adi Bing Slamet" - Mari-Mari[sunting | sunting sumber]

    • Yok Ayo, Desaku, Berita Koran, Darah Muda, Demi Cita, Gadis Desa, Kring Kring Kring, Pemuda, Teman Senasib, Asal Mau Saja, Cita Cita.

    Album Adi Bing Slamet - Berjumpa lagi[sunting | sunting sumber]

    • Jumpa Lagi, Balla Balla, Hayo Ke Jakarta, Sha La la, Awal Simpati, Untukmu Untuku, Coba Lagi, Perawatku, Dunia Ini, Masa Indah Masa Remaja, Awas Bahaya, Gaya Disco

    Sinetron[sunting | sunting sumber]

    Filmografi[sunting | sunting sumber]

    • Tiga Sekawan (1975)
    • Ateng Kaya Mendadak (1975)
    • Anak Emas (1976)
    • Cinta Kasih Mama (1976)
    • Koboi Cilik (1977)
    • Bandit Pungli (1977)
    • Sinyo Adi (1977)
    • Tomboy (1981)
    • Merpati Tak Pernah Ingkar Janji (1986)
    • Aku Benci Kamu (1987)
    • Ceplos-Ceplos (1993) bersama Nike Ardilla sukses masuk nominasi piala Citra.
    • Saputangan dari bandung Selatan (1994) bersama Nike Ardilla
    • Jalan Makin Membara I (1994) bersama Paramitha Rusadi dan Nike Ardilla
    • Jalur Putih (1995) bersama Nike Ardilla
    • Nike... oh Nike (1995)
    • Deru Debu (1996)
    • Penyanyi cilik Adi Bing Slamet pernah “merajai” panggung anak Indonesia era 70-80-an. Kesuksesan bocah kelahiran Jakarta 6 Maret 1967 ini memang tidak bisa dilepaskan dari nama besar ayahnya Bing Slamet yang dikenal sebagai seniman serba bisa. Publik mengetahui, ayah Adi Bing Slamet, dikenal selain pandai menyanyi dan memiliki suara merdu, juga pandai bermain peran, termasuk melawak.
      Dan sepertiya,  talenta  sang ayah turun ke  Adi Bing Slamet, hingga dia memiliki   bakat yang hampir sama dengan ayahnya. Di eranya, Adi Bing Slamet selain bernyanyi, dia juga bermain dalam sejumlah film bersama artis cilik dijamannya, seperti  Chicha Koeswoyo, Ira Maya Sopha, dan lain-lain.
      Salah satu hit Adi Bing Slamet  cukup dikenal adalah  lagu “Mak Inem Tukang Latah” yang dikenal dengan syair, eh copot, eh copot, copot, giginya yang copot-copot, pantes mak pipinya kempot. Lagu  jenaka yang pernah jadi video klip sebuah film ini menjadi bagian penting bersama deretan lagu lainnya dalam album “Adi Bing Slamet Volume 2″.
      Album besutan Remaco ini   bisa dibilang “Masterpiece” dari sekian banyak album Anak-anak, termasuk album Adi Bing Slamet  sendiri. Dengan syair yang simpel, sang pengarang, album ini sepertinya  ingin menghadirkan realitas yang lucu  namun nyata dan  sering terjadi dalam setiap kehidupan anak-anak Indonesia.
      Pada bagian A kaset ini, kesepuluh lagu dibawakan dengan sangat baik oleh Adi Bing Slamet yang diiringi  Band “Panca Nada” asuhan Is Haryanto. Kesepuluh lagu tersebut adalah: Mak Inem Tukang Latah, Nasibku, Jadilah anak yang Jujur, Jago Silat,  Si Botak, Bermain Musik, Kasih Sayang, Pesan Guru, Kelinciku, dan Menabung.
      Selain kejenakaan yang dihadirkan dalam sejumlah lagu dibagian ini,ada juga yang membawa pesan moral, seperti dalam “Jadilah anak yang Jujur”; Jadi seorang anak yang jujur, jadilah anak yang patuh selalu…jangan berbohong , kawanmu takkan percaya lagi…
      … tidak mau dekat lagi.. 
      Atau dalam lagu “Pesan Guru”; Ingat selalu pesan guru, agar menjadi orang pintar, jangan malas atau jenuh, harus tekun belajar, kelak kita sudah dewasa, hidup kita bahagia, mama senang-papa senang, kita semua senang… Juga dalam alunan “Jago Silat”; Ada jago silat terkenal di tanah tinggi..Jago silat harus bersahabat…Jago silat, sama orang harus hormat, tidak boleh  sombong, harus membela yang tidak kuat..
      Pada bagian B, Remaco menempatkan 10 lagu anak-anak yang dibawakan oleh penyanyi lain, seperti   Nina, Ine, Ani, Inge, Mike dengan iringan Band 4 Nada. Kesepuluh lagu tersebut adalah; Oh Kasihan, Bintang Kejora, Naik Sepedah, Awan Putih, Adik Bermain, Kr Kemayoran, Main Ayunan, Belajar Sungguh,  Selamat Ulang Tahun, dan Gelatik.
      Kemunculan Adi Bing Slamet Era 1975-1976an sebagai bintang cilik anak, banyak yang mengakui turut mempengaruhi gaya berpakaian anak-anak Indonesia kala itu, termasuk model rambutnya yang “diponi”. 
    • PERSONAL
      Adi Bing Slamet lahir di Jakarta pada tanggal 6 Maret 1967. Ia dikenal sebagai penyanyi anak-anak pada jamannya, dan hingga kini dikenal sebagai bintang akting asal Indonesia.

      Adi sendiri adalah putra Bing Slamet (Alm), seorang seniman lawak senior Indonesia. Dan saudara kandung Iyut Bing Slamet dan Uci Bing Slamet, penyanyi senior. Selain juga paman dari aktris film dan sinetron, Ayudhia Bing Slamet.

      KARIR
      Karirnya diawali dari dunia menyanyi, sejak masih berusia kanak-kanak. Dia tercatat telah merilis sekitar 20 buah album. 

      Hingga kini, Adi masih berprofesi sebagai seniman meski terkesan jauh dari dunia menyanyi. Ia lebih banyak menggeluti bidang seni peran dan sebagai komedian.
    • sumber kapanlagi.com dan sumber lain

    ARI LASSO // BIOGRAFI // POP

    Biografi Ari Lasso


    Nama                                        : Ari Bernardus Lasso
    Jenis Kelamin                           : Laki Laki
    Tempat Tanggal Lahir               : Madiun, Jawa Tengah, 17 Januari 1973
    Pekerjaan                                 : Penyanyi
    Agama                                      : Kristen Katolik

    Ari Bernardus Lasso, atau lebih dikenal dengan nama Ari Lasso lahir di MadiunJawa Timur17 Januari 1973 adalah penyanyi pop Indonesia. Ia pernah tercatat sebagai vokalis grup band Dewa 19 (1991-1999) yang akhirnya ia keluar dan menjalani karier sebagai penyanyi solo. Ari pertama kali membentuk Outsider Band sewaktu sekolah di SMA Negeri 2 Surabaya bersama Wawan Juniarso (drummer Dewa) Piyu (gitaris Padi). Kemudian ia bergabung dengan Lost Angels Band, yang kelak menjadi Boomerang.
    Ia kemudian bergabung dengan Down Beat yang terdiri Dhani, Erwin dan Andra, yang kemudian berganti nama menjadi Dewa, dan berubah lagi menjadi Dewa 19. Melalui perjuangan panjang, akhirnya Dewa 19 berhasil masuk ke dapur rekaman. Album debut Dewa 19, Kangen, kemudian berhasil menjadi album terlaris versi BASF (1993). Berlanjut makin hari Dewa 19 makin populer, sehingga nama Ari Lasso pun makin meroket. Band ini menjadi besar, dan hampir setiap album yang dikeluarkan terjual ratusan ribu kopi. Di tengah kesibukannya menjadi personel Dewa, Ari berhasil menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
    Sejak dirilisnya album Pandawa Lima tahun 1997, hubungan Ari dengan Dewa 19 mulai memburuk, terlebih keterlibatannya dengan narkoba akhirnya tidak bisa ditolerir Dhani dan personel Dewa 19 lainnya sehingga Puncaknya perpecahan pun tidak bisa dihindarkan lagi dengan dipecatnya Erwin, Wong Aksan dan akhirnya Ari dari Dewa 19 dan posisinya sebagai vokalis digantikan oleh Once. Meski demikian, Ari sempat menjadi backing vocal lagu Roman Picisan dalam album Dewa Bintang Lima.
    Setelah resmi keluar dari Dewa, Ari kemudian berusaha keluar dari pengaruh obat-obatan dan membersihkan diri. Ari yang kemudian telah sadar kebiasaan mengonsumsi narkoba merugikannya sehingga berusaha meninggalkannya. Ia pun berhasil namun, sudah patah arang dengan Dewa 19 sehingga memutuskan berkarier solo. Ari mulai menggarap album solonya, anak dari pasangan Bartholomeus B. Lasso dan Sri Noerhida muncul kembali ke dunia hiburan, tampil duet bersama Melly Goeslaw, yang kemudian sukses besar di pasaran. Tahun 2001 Ari mengeluarkan album solo pertamanya Sendiri Dulu, yang juga sukses besar dengan tembang andalannya Misteri Ilahi. Di album ini ia dibantu oleh Bebi Romeo, Erwin Prasetya Dewa, Andra, Bimo, Bongky, Anto Hoed, Denny Chasmala, dan Andi Rianto dan lainnya. Tahun 2003 ia kembali merilis album keduanya Keseimbangan. Pada album ini ia menggandeng musisi-musisi hebat seperti Ahmad Dhani, Piyu (Padi), Andra (Dewa), Bebi Romeo, Ricky FM, Marshal (Dr. PM). Hubungannya dengan Dhani yang sempat tegang pun cair. Malah Dhani rela menyumbangkan dua lagunya Rahasia Perempuan dan Jika Aku Bukanlah Aku yang berbuah respon baik dari penikmat musik Indonesia.
    Tahun 2004 ia merilis album ketiganya Kulihat, Kudengar, Kurasa, dimana salah satu lagunya menjadi sound track film layar lebar dengan judul sama, Mengejar Matahari. Ari mengeluarkan album keempatnya dengan tajuk "Selalu Ada" pada tahun 2006. Di album ini, lagu Cinta Terakhir menjadi andalannya.
    Pada tahun 2007, Ari merilis album "The Best of" dengan salah satu lagunya, Aku dan Dirimu, di mana Ari duet bersama Bunga Citra Lestari. Ari divonis dokter jika pita suaranya cepat rusak. Oleh karenanya Ari melakukan antisipasi dengan puasa bicara. Pita suara Ari cepat rusak bukan saat bernyanyi melainkan saat berbicara. Ari juga terpaksa 'istirahat' sejenak dari jadwal manggung selama 4 bulan.

    Diskografi
    Bersama Dewa 19 
    Dewa 19 (1992)
    Format Masa Depan (1994)
    Terbaik Terbaik (1995)
    Pandawa Lima (1997)
    The Best Of Dewa 19 (1999)

    Solo
    Sendiri Dulu (2001)
    Keseimbangan (2003)
    Kulihat, Kudengar, Kurasa (2004)
    Selalu Ada (2006)
    The Best of (2007)
    Pengasihmu (2009)
    I Have A Dream (2010)
    SUMBER :  http://funnyball.blogspot.com